Mengatasi Masalah di Dalam Proses Pembuatan Sticker Timbul Resin

Posted by Ronita 26/01/2017 2 Comment(s) Printing Digital,

Setiap proses produksi sebuah produk selalu ada masalah yang akan kita temui dan harus kita pecahkan dengan baik agar produk yang ingin kita buat bisa berkualitas baik. Begitu juga dengan sticker timbul resin, secara singkat tentu terlihat mudah prosesnya akan tetapi ada beberapa masalah berat yang kadang muncul dan membuat kita malas untuk mengembangkan produk sticker timbul resin secara lebih profesional lagi. 
 

Artikel ronita kali ini mencoba merangkum masalah apa saja yang muncul di dalam proses pembuatan sticker timbul resin dan bagaimana mengatasinya. Untuk anda yang belum sempat membaca artikel kami tentang proses pembuatan sticker timbul resin bisa KLIK DISINI agar nanti lebih paham ketika membaca artikel berikut.
 

Yuk kita bahas problematika produksi sticker timbul dan penyelesaiannya ala ronita :

  1. Masalah wadah takaran dan pencampuran resin. Ini sebenarnya simple akan tetapi kalo tidak persiapkan akan membuat malas untuk bekerja. Untuk takaran resin dan hardener bisa digunakan tutup botol aqua (hemat dan mudah dicari) sedangkan untuk wadah mencampurnya bisa menggunakan botol kecap ukuran 100 ml atau ukuran kecil. Tahu kan botol kecap guys? itu lo botol yang biasanya ada di tukang bakso yang ujungnya lancip atau yang biasa ngisi aki motor dan mobil tahu kan bentuk botol yang ujungnya lancip, nah kita pakai yang ukuran kecil aja jangan segede gambreng seperti botol aki. Anda harus sedia banyak botol seperti ini karena botol ini hanya sekali pakai, biasanya sisa resin yang mengering tidak bisa dibersihkan sehingga setiap mau nge-resin kita butuh botol baru. Harganya murah tapi kita tetap harus perhitungkan dalam biaya produksi ya, trus tempat belinya di tempat2 pembuatan botol ada kok (lebih murah dibandingkan di alfamidi he he he). Oke jadi masalah wadah ini clear ya, sekali lagi harus yang punya tutup ujungnya lancip karena ujung lancip ini akan memudahkan kita menuang resin agar tidak over atau tumpah
     
  2. Masalah meja, kalo kita hanya nge-resin A3 aja sih tidak perlu meja banyak, akan tetapi kalo yang di resin ratusan atau ribuan sticker maka kita perlu meja yang banyak agar proses resin bisa berlangsung dengan lancar karena waktu pengeringan resin kan 24 jam jadi masalah meja ini harus benar-benar anda pikirkan dari awal. Kalo ronita memakai minimal 4 meja dengan ukuran meja sekitar 60x120 cm dengan ukuran ruangan sekitar 3x4 m, dengan 4 meja ini kita sudah bisa memproduksi ratusan sticker timbul dalam sehari, jika ada yang pesan ribuan biasanya kita janjikan seminggu yang artinya jika sehari kita bisa produksi 500 sticker per hari maka dalam seminggu kita bisa produksi 3500 sticker timbul resin. So kuncinya siapkan kamar khusus dengan jumlah meja yang pas untuk memudahkan proses produksi sticker resin timbul kita.
     
  3. Meja harus datar, meja yang dipakai untuk me-resin harus benar-benar datar dan rata karena kalo sampai miring walau sedikit saja hasil resin akan miring. Artinya resin bisa saja beleber atau hasil resin tidak memiliki ketinggian yang sama yang akhirnya membuat sticker resin tersebut rijek. Anda harus ingat bahwa resin itu mahal, tentunya akan sangat tidak enak kalo hanya karena meja yang tidak datar produksi kita kacau balau. Untuk itu anda harus menggunakan lapisan kaca di atas meja, kita sarankan menggunakan kaca dengan ketebalan 5 mm agar tidak mudah pecah. Untuk membuat kaca ini datar bisa diukur menggunakan waterpass dan untuk menyetel kedatarannya di bawah kaca bisa di ganjal kertas atau tisu. Selain mudah diatur kedatarannya, kaca juga mudah dibersihkan sehingga proses resin lebih clean.
     
  4. Masalah lem, untuk apa kok butuh lem segala om? Ketika proses resin dibutuhkan posisi stabil baik meja, kaca dan sticker itu sendiri. Kalo di mesin otomatis biasanya meja resin ada vakumnya yang akan membuat sticker diem stabil di atas meja ketika resin dituangkan ke atasnya. Nah karena meja kita bukan meja vakum maka kita butuh lem non permanen yang bisa membuat sticker diem stabil di atas kaca. Lem yang biasa digunakan adalah spraymount 3M, lem ini tidak akan merusak sticker ketika proses resin sudah selesai dan sticker dicabut dari meja.



    Penggunaan lem ini adalah disemprotkan secukupnya di atas meja kaca yang akan kita jadikan tempat menaruh sticker yang akan di resin. Penyemprotannya usahakan selebar sticker kita, jika sticker ukuran A4 ya cukup A4 saja yang disemprot spraymount ini, ketika sticker ditempelkan pastikan tidak ada gelembung atau kerutan agar nanti tidak membuat resin bleber kemana-mana, ingat kuncinya semua harus dalam posisi datar dan datar.
     
  5. Jangan lupa tusuk gigi ya, yang fungsinya seperti jarum ketika kita menghilangkan bubble atau gelembung ketika memasang sticker. Karena proses pengadukan resin dan hardener terkadang ada udara yang terperangkan di cairan resin sehingga ketika dituang udara itu akan menjadi hasil resin gelembung. Oleh karena itu kita butuh tusuk gigi untuk menusuk gelembung udara itu dan meratakan resinnya, proses ini bisa dilakukan sejak resin dituang sampai sekitar 1 jam dimana kondisi resin masih lembek dan belum mengering. Kalo lebih dari itu biasanya akan sudah dibetulkan dan harus ulang dari awal. Jika gelembungnya banyak maka anda butuh penyemprot api untuk membantu menghilangkan gelembung udara tersebut. Penyemprot api bisa dibeli di ace hardware, bentuknya seperti ini :


    Caranya anda semprotkan ke bagian gelembung sambil ditusuk dengan tusuk gigi dan resin diratakan kembali.
     
  6. Hasil resin kotor atau banyak debu, selama proses pengeringan bisa saja debu atau benda apa saja jatuh ke atas sticker resin kita. Nah kalo ada debu yang menempel maka hasil resin tidak akan bening atau kinclong pasti terlihat kotor dan malah tidak keren. Untuk mengatasi ini gampang saja sob, kita hanya butuh kardus bekas dan sesuaikan ukurannya dengan meja kita, biasanya ronita memakai kardus bekas bahan yang kemudian kita bentuk seperti tutup kardus berbentuk kotak, ukuran sesuai meja ya. Selama pengeringan maka sticker kita tutup dengan tutup kardus tadi sehingga terhindar dari debu ataupun benda2 lain yang bisa saja jatuh ke atas resin. Solusi yang sangat simple kan dibandingkan kita harus bikin ruangan tertutup yang kedap debu. Simple dan mudah tentunya, kalo anda masih bingung bentuk tutup kardusnya coba ke tukang photocopy dan perhatikan dus kertas hvs mereka, pasti ada tutupnya si dus itu, nah bentuknya seperti itulah. Kalo ndak bayangin aja tutup makanan yang biasa dipakai istri atau ibu kita, nah bentuknya seperti itu tapi kita buat dari kardus bekas sesuai ukuran mejanya.
     
  7. Resin tidak mau mengering, jawabnya hanya satu yaitu pencampuran resin dan hardenernyanya salah, pastikan takarannya 2 : 1 untuk resin 2 dan hardener 1
     
  8. Apakah bisa menggunakan oven atau lampu pengering? bisa akan tetapi tidak semua resin bisa di oven dan masalah pemakaian oven itu kapasitas sedikit karena ukuran oven biasanya kecil. Jadi lebih baik memakai lampu infra red dibandingkan oven. Resin yang sangat cocok pakai oven adalah resin produksi eropa, sedangkan resin produksi asia kebanyakan tidak perlu pakai oven untuk pengeringannya.
     
  9. Resin cepat menguning hasilnya, jawabnya ganti resin anda dengan resin outdoor seperti resin yang dipakai ronita. Kita jual kok resin ini mas bro, kita jual dalam ukuran kecil bagi yang ingin coba-coba me-resin sendiri. Resin RONIta sudah teruji dan dipakai di ratusan produk terutama untuk emblem motor dan alhamdulillah aman dari kasus menguning

    resin ronita
  10. Resin beleber atau tumpah, ini pasti karena kebanyakan pas nuang resinnya. Memang kalo manual kita harus benar-benar mengandalkan feeling dan pengalaman, intinya tuang resin secukupnya dari tengah ke arah tepi. Apabila dirasa kebanyakan bisa segera diambil resinnya menggunakan stick es krim sampai dirasa resin sudah tidak kebanyakan.



    Contoh resin bleber atau tumpah karena kebanyakan menuang resinnya.
     
  11. Apakah sticker harus dilaminasi? Jika kita meresin sticker print bukan sticker cutting maka laminasi diperlukan terutama jika printer kita tintanya ecosolvent. Hal ini untuk menghindari hasil cetakan ecosolvent kita luntur terkena resin atau bisa saja tergores pas kita menggunakan tusuk gigi untuk menghilangkan gelembung. Pemakaian laminasi ini tidak ada masalah jika yang di resin sticker ukuran kecil atau bukan sticker tankpad tangki motor. Akan tetapi sticker tankpad biasanya akan mudah lepas laminasinya ketika dipasang di tangki, jadi untuk sticker tankpad kita sarankan menggunakan printer uv agar tidak memerlukan laminasi dan bisa langsung di resin.
     
  12. Apakah ada sticker yang tidak bisa di resin? Ada yaitu sticker yang cuttingannya tajam sekali, oleh karena itu anda harus teliti masalah ujung2 dari design jangan dibuat tajam karena nanti resin tidak akan bisa menjangkau daerah tajam itu sehingga hasil resin kita tidak merata.

Okelah sobat ronita, itulah problematika yang biasanya muncul ketika proses resin kita lakukan. Dengan mengetahui masalah-masalah seperti ini maka kita bisa siap-siap agar kesalahan tersebut tidak mengenai kita. Meminimalkan kesalahan artinya akan membuat keuntungan kita lebih besar dan bisa kita tabung untuk membeli mesin yang lebih canggih nantinya.

Anda bisa melihat proses pembuatan sticker timbul resin ronita di video berikut ini :

 

 

2 Comment(s)

yoga variasi:
05/08/2018, 11:40:57 PM
Reply

harga resinnya per botol berapa mas..

ronita:
01/09/2018, 01:34:05 AM
Reply

http://www.ronitadp.com/Bahan-Baku/Resin/resin-sticker-timbul

Leave a Comment