Mengenal Sticker Digital

Posted by Ronita 24/08/2016 0 Comment(s) Printing Digital,

Tahun 2010 saya sempat menulis buku tentang sticker digital, buku tersebut saya cetak secara personal walau sudah saya daftarkan ISBN nya. Sebuah pengalaman yang berharga ketika menulis buku tersebut dan istri saya pun juga sempat membuat buku tentang IELTS ketika dia mau sekolah S3 di Australia. Ya sebuah pengalaman seru bagaimana menulis buku, mencetak dan menerbitkannya sendiri. Nah sekarang saya merasa kangen untuk upgrade buku tersebut, terutama setelah perjalanan panjang saya meninggalkan ronita selama menemani istri di awal studi doktoralnya di negeri kanguru. Sebelum menuangkan dalam bentuk buku maka saya ingin menuliskannya terlebih dahulu di blog ini agar bisa lebih enak dan enjoy, jadi jangan lupa ikuti terus ya sobat ronita.

 

    

 

Sesuai dengan judulnya maka di tulisan ini saya akan lebih fokus membahas sticker digital yang menurut pemahaman saya sticker digital adalah sticker yang dicetak menggunakan printer cetak digital tanpa pemakaian plat atau screen. So batasannya jelas, yaitu tidak menggunakan film dan plat seperti cetak offset, tidak menggunakan film dan screen seperti metode cetak sablon. So yang saya bahas detail nantinya hanya sticker yang dicetak menggunakan printer large format dan sistem printnya langsung dari komputer ke media stickernya.

Sticker adalah potongan kertas atau plastik yang memilik lem sehingga mudah ditempalkan ke media lain. Pada masa sekarang bahan sticker bukan saja kertas atau plastik tetapi hampir semua bahan bisa dijadikan sticker terutama sejak adanya sticker double tape. Dengan double tape kita bisa membuat semua benda menjadi sticker, akan tetapi kita tidak akan melebar kesana karena saya hanya ingin fokus ke media yang asli sticker dan tentunya bisa diprint di mesin printer large format. Sticker jika dilihat dari material penyusunnya terdiri dari 3 bagian yaitu :

  1. Face material, yaitu material paling atas yang nantinya akan ditempelkan ke media lain dan di material inilah tinta cetak di semprotkan oleh printhead printer.
  2. Lem atau adhesive, berada di tengah-tengah dan tidak bisa terlihat sebelum kita membuka stickernya. Jenis lem atau adhesive sticker sangat banyak nanti kita akan bahas lebih detail ya.
  3. Backing paper atau liner, yaitu kertas khusus untuk menjaga lem tidak rusak dan sticker tidak menempel kemana-mana sebelum sticker tersebut ditempel. Selain itu, backing paper atau liner sticker juga berfungsi untuk memudahkan proses pemasangan sticker. line yang mudah sobek atau terlalu kaku kadang akan menyulitkan pemasangan karena itu biasanya sticker akan datang dengan backing liner menyesuaikan fungsinya.

Face material adalah bagian terpenting dari sebuah sticker, di material inilah tinta disemportkan dan tergantung di material inilah sticker akan lentur atau kaku sehingga kita harus memahaminya agar ketika proses pemasangan tidak mengalami kesusahan. Face material bisa di bedakan dari dua hal yaitu sifatnya terhadap cahaya dan jenis material serta ketipisannya. mari kita bahas tentang face material sticker lebih detail ya sobat ronita digital printing.

Face material jika dilihat dari sifatnya terhadap cahaya ada 5 jenis, yaitu :

  1. Opaque atau tidak tembus cahaya, jadi semua sticker yang tidak tembus cahaya masuk ke kategori face material opaque, misal sticker warna putih, sticker warna merah, sticker warna chrome dan sebagainya.
  2. Transparan atau bening, face material ini bening seperti kaca dimana tingkat beningnya bermacam-macam sesuai pabrik pembuatnya, mulai dari yang benar-benar bening sampe yang agak butek juga ada.
  3. Reflective, yaitu face material sticker yang memantulkan sinar cahaya contohnya sticker rambu di jalan raya atau jalan tol.
  4. Menyimpan cahaya, yaitu face material sticker yang mampu menyimpan cahaya sehingga ketika dalam kondisi gelap akan menyala, sticker seperti ini biasanya disebut sticker glow in the dark.
  5. Fluorescent atau face material yang menyebarkan cahaya seperti biasa dipakai neonbox, sticker backlite film. Jadi face material jenis ini jika ditembak lampu dari belakang akan menyala terang.

 

sticker reflective memantulkan cahaya  sticker reflective untuk striping motor

Contoh face material yang bersifat memantulkan cahaya

 

Jika dilihat dari jenis bahan face material maka saya membedakannya menjadi 2 jenis ke beberapa jenis sebagai berikut ini :

  1. Plastik, face material plastik yang paling umum dipakai adalah PVC atau Vinyl, yaitu face material yang sifatnya lentur dan tahan sobek. Sticker vinyl merupakan salah satu jenis sticker yang paling banyak dipakai dan umum kita jumpai dimana saja. Ketebalan dan kelenturan dari face material vinyl ini biasanya terbagi menjadi 3 jenis yaitu Monomerik, Polimerik dan Cast Vinyl. Cast vinyl merupakan jenis face material yang paling tipis dan lentur, sticker yang menggunakan face material jenis cast vinyl biasanya harganya mahal karena sticker jenis cast vinyl ini sangatlah mewah dan mudah dipasang. Jenis plastik lain yang sering dipakai untuk face material sticker adalah plastik PP atau poliester, plastik ini tahan panas tetapi tidak lentur sama sekali sehingga lebih cocok untuk sticker label. Di industri digital printing inkjet large format bahan ini tidak terlalu populer karena lebih susah mencetaknya dan tidak efektif untuk sticker ukuran besar, so untuk jenis poliester ini saya juga tidak akan membahasnya terlalu detail.
  2. Kertas, face material berupa kertas juga termasuk sticker yang banyak kita jumpai, akan tetapi seiring perkembangan teknologi jenis kertas pun beragam mulai dari kertas biasa sampai yang campuran bahkan full sintetis juga ada. Biasanya kertas sintetis dipakai di negara-negara maju untuk aneka label sticker yang lebih ramah lingkungan dibandingkan sticker kertas dari bahan kayu. Dalam hal ini saya tidak akan membahas lebih jauh akan hal ini karena sticker label atau sticker kertas ini sendiri bisa jadi bahasan segunung. Kenapa saya tidak membahasnya? Karena sticker jenis ini biasanya dicetak menggunakan printer thermal yang printer tersebut berbeda dengan printer inkjet large format, sedangkan saya lebih fokus di printer inkjet large format. Nah daripada nanti terlalu lebar dan salah-salah maka saya tidak akan membahas sticker kertas secara detail.
  3. Kertas Sintetis, bahan sintetis secara sifat mirip ke pvc yaitu anti sobek dan tahan air tetapi untuk look like atau penampilannya kadang mirip kertas. Bahan sintetis ini biasanya dibuat dari polimer yang tahan air, bisa di daur ulang dan bebas dari unsur pohon, so bahan sintetis ini yang akan menggantikan kertas karena pemakaian kertas semakin tidak populer dan merusak lingkungan. Sticker dengan bahan sintetis ini umumnya dipakai untuk sticker label baik itu custom maupun kelas industri. Proses cetak sticker sintetis ini juga memerlukan mesin khusus seperti printer uv, latex dan digital offset. Bagi anda yang berminat untuk berkecimpung di dunia sticker label lembaran atau roll maka saya sarankan untuk mengenal lebih jauh akan sticker sintetis ini karena bahan utama yang paling sering dipakai adalah jenis sintetis ini. Jika bingung pengen lihat sampelnya coba ambillah wadah olie bekas dan cek kertas labelnya maka biasanya itu terbuat dari sintetis sticker.

Oke itulah pembahasan tentang face material sticker, yang mana kalo kita ulas lagi akan masih perlu berpuluh-puluh paragraf. 

Setelah face material, yang tidak kalah penting bagi sebuah sticker adalah lem atau adhesive atau perekatnya. Keberadaan lem/adhesive inilah yang membuat sebuah kerta atau plastik bisa disebut sticker. Ada lem yang sifatnya kuat permanen, ada juga yang sifatnya non permanent bahkan ada juga sticker yang tidak pakai lem. Nah kalo mengacu pada definisi seharusnya yang ndak pakai lem itu tidak disebut sticker, dia memakai sistem micro suction, disini kita bahas yang normal dulu aja ya yaitu sticker yang pakai lem aja. Lem sticker ada yang basisnya air dan ada yang basisnya minyak atau solvent, yang berbasis air biasanya lebih cocok pasang kering sedangkan berbasis minyak bisa dipasang sistem kering atau basah. Untuk yang permanen biasanya menggunakan lem berbasis solvent.

 

Saat ini model lemnya pun sudah berkembang, misal ada sticker yang lemnya sudah dilengkapi anti gelembung sehingga memudahkan pemasangan. Lem berwarna silver atau hitam untuk blocking yang lebih bagus dan lem yang tidak meninggalkan bekas ketika dicabut. Intinya dari jenis lem sendiri juga banyak pengembangan agar proses pemasanga sticker menjadi lebih mudah dan sticker tidak merusak media yang ditempelinnya.

 

Untuk backing paper tidak perlu kita bahas terlalu detail karena pada umumnya pabrik sticker sudah menyesuaikan jenis backing paper sehingga kita tidak terlalu penting meributkan hal itu. Untuk detailnya silakan lihat video berikut ini :

 

 

Di dalam dunia digital printing, media sticker biasanya dipakai untuk sticker label, sticker iklan semisal untuk poster, neonbox, sticker di mal atau pertokoan baik itu dipasang ditembok atau kaca, sticker mobil termasuk untuk mobil-mobil box, striping motor atau sticker mobil juga. Proses cetak digital yang cepat tanpa batasan warna membuat mencetak sticker menjadi lebih mudah dibandingkan metode offset atau sablon yang biasanya terkendala pada ukuran dan jumlah minimal order, karena itulah perkembangan sticker digital sangat pesat di Indonesia ataupun di belahan dunia lainnya. Oh ya mulai sekarang saya akan menyebut sticker digital ya, yang artinya sticker yang dicetak menggunakan mesin printer digital.

 

Dari beberapa jenis face material sticker yang sudah saya jelaskan di atas, yang paling banyak dipakai di industri large format adalah sticker vinyl atau sticker pvc. Untuk itu jika anda ingin berkecimpung di dunia sticker ini ada baiknya anda memperhatika lebih tentang sticker vinyl ini karena dia adalah bahan sticker yang paling laris. Oke mari kita bahas sticker vinyl ini sebelum nanti kita akan bahas proses cetak sticker.

 

Di pasaran beredar banyak sekali jenis sticker vinyl, mulai dari sticker vinyl coated sampai uncoated. Sticker vinyl coated adalah sticker yang sudah dilapisi coating agar tinta printer inkjet seperti tinta dye, ecosolvent atau solvent bisa menempel dengan baik. Sticker vinyl uncoated biasanya ditujukan untuk industri sablon dimana sticker vinyl jenis ini tidak ada lapisan apa-apa karena pada umumnya tinta sablon sudah memiliki sifat rekat yang tinggi. Tetapi seiringnya waktu, di dunia digital printing keluar tinta yang namanya uv yaitu tinta yang pengeringannya dengan lampu uv dimana tinta ini mampu menempel di permukaan sticker coated maupun uncoated. Selain tinta uv juga ada tinta latex yang juga mampu mencetak di aneka bahan. Kondisi ini menyebabkan sticker vinyl uncoated pun banyak dipakai oleh kalangan digital printing, bahkan untuk tinta ecosolvent jenis tertentu juga bisa mencetak di bahan uncoated. Artinya semakin banyak pilihan bahan sticker vinyl untuk kita asal kita tahu cara mencetaknya.

 

Oke secara dasar, sampai sini harusnya anda sudah memahami tentang sticker secara umum dan sticker vinyl secara singkat. Ada banyak merk yang tersedia dipasaran mulai dari produk china, taiwan, korea, jepang, eropa dan amerika bahkan yang lokal produksi indonesia juga ada seperti camel. Agar anda tidak bingung memilih sticker vinyl mana yang paling cocok untuk anda pahami acuan yang saya jelaskan berikut.

Sticker vinyl dibagi menjadi 3 jenis yaitu :

  1. Sticker vinyl monomeric, yaitu sticker vinyl yang ditujukan untuk permukaan datar, cenderung tidak elastis dan kaku sehingga tidak akan menempel dengan baik di permukaan lengkung. Biasanya dipakai untuk sticker label atau sticker iklan dan sticker mobil box atau truck. Secara teknis memiliki ketebalan di kisaran 100-140 mikron.
  2. Sticker vinyl polimeric, yaitu sticker vinyil yang ditujukan untuk permukaan datar dan permukaan lengkung tetapi tidak ekstrim. Sticker polimeric ini lebih lentur, lebih tipis dan tentunya lebih mudah dipasang. Biasanya memiliki ketebalan di kisaran 50-80 mikron. Biasanya sticker ini disebut juga kelas menengah yang biasa dipakai untuk motor, mobil, iklan, dekorasi ruangan dan sebagainya.
  3. Sticker vinyl cast, yaitu sticker vinyl yang sangat tipis sekali bisa di 30-50 mikron, umumnya di 50 mikron dan dia sangat elastis atau lentur. Sticker ini cocok untuk pekerjaan mewah dan mahal sehingga tidak cocok kalo kita memakai sticker ini untuk pekerjaan biasa atau bahkan pekerjaan yang murah budgetnya. Di luar negeri sticker jenis ini banyak dipakai untuk branding mobil atau motor mewah.

Contoh Aplikasi Sticker Vinyl Polimeric    aplikasi sticker vinyl polimeric untuk motor

Contoh aplikasi sticker vinyl polimeric untuk pembuatan sticker striping mobil dan motor.

 

aplikasi sticker cast vinyl untuk sticker striping mobil

Contoh aplikasi sticker vinyl cast untuk striping mobil, biasanya sticker cast untuk mobil papan atas

 

Jadi itulah grade yang umum digunakan untuk membedakan jenis sticker vinyl, walau saat ini ada yang mengeluarkan jenis super cast vinyl maka saya tetap memasukkannya ke dalam golongan cast vinyl. Anda jangan ngapalin merk stickernya tetapi apalin jenis secara umum ini karena semua merk sticker memiliki kelas atau gradenya dan pembagian gradenya seperti yang sudah saya uraikan di atas. Misal begini, RITRAMA memiliki grade monomeric, RITRAMA juga punya grade polimeric dan tentunya RITRAMA juga punya grade cast. Jika anda ingin membandingkan dengan merk lain maka pastikan untuk jenis grade yang sama. Jangan asal lihat merk saja, oh di sana pakai ritrma jadi kita pakai ritrama juga, pastikan dulu ritrama jenis apa yang dipakai baru anda menirunya. Produk china pun ada yang monomeric, polimeric dan cast jadi kita juga tidak bisa langsung menjudge bahwa sticker china jelek. Disinilah kadang banyak salah kaprah akhirnya kita tidak bisa menghasilkan sticker yang berkualitas sesuai dengan gradenya.

 

Merk sticker vinyl yang beredar di pasaran indonesia antara lain mactac, ritrama, oracal, rimark, 3M, LG, graftac, camel, lintec, quantac (lebih dikenal sebagai digital offset sticker yang artinya bahan sticker untuk mesin digital offset), china dan sebagainya yang tidak mungkin saya hapalin semuanya. Toh kadang kita tidak perlu hapal atau stock semua bahan tetapi kita bisa memahami gradenya maka apapun stickernya kalo sesuai grade dan aplikasinya hasilnya pasti akan sempurna. Jika hasil sempurna konsumen pun akan oke saja dengan merk yang kita tawarkan. Ingat kita jualan sticker bukan jualan merk tetapi kalo ada konsumen yang membutuhkan merk maka kita harus siap juga menyediakannya.

 

Jika kita melihat sticker dari ketahanannya terhadap air dan sinar matahari maka kita bisa membaginya menjadi dua, yaitu :

  1. Sticker Indoor, yaitu sticker yang ditujukan untuk pemakaian di dalam ruangan karena biasanya sticker indoor tidak tahan air dan sinar matahari. Sticker tidak tahan air dan sinar matahari bisa karena jenis tintanya bisa juga karena jenis bahannya (misal sticker kertas pasti akan rusak kena air hujan). Dulu perbedaan indoor dan outdoor terletak pada kelembutan cetakan juga, sticker indoor biasanya super duper lembut sedangkan sticker outdoor kasar. Akan tetapi seiring perkembangan teknologi pembedaan ini sudah tidak relevan lagi karena saat ini banyak printer outdoor yang hasilnya selembut printer outdoor, contoh seperti printer roland, mimaki, mutoh, HP latex atau ecosolvent, Epson ecosolvent dan sebagainya. Jadi kadang pembagian indoor outdoor ini menjadi rancu sehingga kadang orang menyebut sticker indoor outdoor yang artinya bisa dipakai indoor bisa juga outdoor.
  2. Sticker outdoor, sticker yang dipasang di luar ruang dan harus siap kena air hujan panas dingin serta kelembapan udara. Untuk itu dibutuhkan bahan dan tinta yang spesial, jika tinta umumnya memakai jenis solvent atau latex atau bisa juga uv. Sedangkan untuk bahan biasanya wajib jenis vinyl atau poliester. Selain itu biasanya sticker juga dilaminasi agar lebih kuat sampe tahunan. Akan tetapi seperti yang saya bilang sebelumnya, saat ini sticker indoor boleh dibilang semakin ditinggalkan karena sticker dengan kekuatan outdoor hasilnya sudah super lembut dan detail.

Jadi selalu tanyakan kepada vendor sticker anda tentang hal ini, apakah stickernya sudah indoor outdoor, agar anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan anda serta tidak salah aplikasi.

 

Oke sekarang kita bahas tentang ukuran bahan sticker secara umum. Sticker umumnya dibuat dalam bentuk roll, kalo di pabrik istilahnya roll jumbo dengan panjang 100m, 250 m atau 500 m. Akan tetapi untuk memudahkan distribusi dan pemakaian di konsumen serta memudahkan proses packaging dan penyimpanan maka sticker tersebut dijadikan roll kecil dengan panjang 25 atau 50 m atau 100 m. Untuk lebar nya sendiri biasanya di kisaran 1 m atau 1,27 m atau 1,37 m atau 1,52 m. Apakah sticker ada yang lebar 3 m seperti bahan frotlite? Jawabnya saya tidak tahu persis, dulu katanya ada tetapi dipasaran yang umum dijumpai adalah ukuran 1 s/d 1,5 m saja. Hal ini wajar karena semakin lebar sticker akan semakin susah dipasang, karena itulah dimana-mana kalo sticker udah lebih dari 1,5 m lebarnya pasti membutuhkan sambungan. Jadi intinya bahan sticker digital dalam bentuk roll, kalo ada yang potongan A3 biasanya untuk mesin digital berbasis toner seperti fujixerox, konica, develop, hp indigo, canon dan sebagainya.

 

Itulah uraian dasar tentang sticker secara umum, nanti jika ada yang perlu ditambahkan maka saya akan update artikel ini. Untuk selanjutnya saya akan pindah ke artikel lain yang membahas tentang mesin print sticker digital.

 

Salam Kreatif

www.ronitadp.com

 

Leave a Comment